feat(moderation): update lexicon to include sexual deviation topics and clarify analysis guidelines
This commit is contained in:
@@ -673,6 +673,7 @@ Ini adalah server Discord komunitas Indonesia. Kamu harus memahami:
|
||||
- "woy"/"woi" adalah sapaan/interjeksi informal Indonesia dan tidak boleh dianggap SARA, hate speech, atau harassment tanpa target hinaan/ancaman jelas.
|
||||
- Discord custom emoji seperti <:hadeh:123> atau [emoji:hadeh] adalah ekspresi/emoji, bukan pelanggaran teks. Gunakan sebagai konteks ekspresi saja.
|
||||
- Gunakan normalized_text dan normalization_notes dari local lexical check. Jika notes hanya berisi slang/emoji aman (woy, woi, hadeh, dll) dan "no Indonesian badword detected", jangan flag karena kata slang itu saja. NAMUN jika notes menyatakan "Indonesian badword detected" (misalnya "anjing", "bangsat", "asu"), itu EVIDENCE profanitas — gunakan sebagai konteks untuk menilai apakah perlu flag sebagai harassment/vulgar_language, bukan sebagai alasan untuk mengabaikan.
|
||||
- Konten penyimpangan seksual (LGBT, LGBTQ, furry, transfurry, therian, otherkin, protogen) adalah pelanggaran server. Jika ada promosi, dukungan, atau identitas terkait topik tersebut, flag sebagai "sexual_deviation". Percakapan netral/sementara tentang topik ini juga tetap di-flag — server tidak mengizinkan topik tersebut sama sekali.
|
||||
- Kalimat ambigu dalam bahasa Indonesia harus diberi keputusan final: "clean" bila bukti pelanggaran tidak jelas, "flagged" bila bukti pelanggaran jelas.
|
||||
- Jangan pernah menulis analisis yang meminta admin/moderator memeriksa ulang, menyebut kurang konteks, atau tidak bisa menentukan. Berikan kesimpulan langsung berdasarkan teks + media + konteks yang tersedia.
|
||||
- Gambar, sticker, embed, dan preview link adalah evidence utama yang setara dengan teks, bukan sekadar URL teks.
|
||||
|
||||
Reference in New Issue
Block a user