feat: add principle #29 — Never Assume, Show Evidence
- Every claim must have evidence from codebase, docs, or verified output - No guessing on file structure, API signatures, errors, config, versions - Must search before answering, ask when uncertain - Updated hook to reinforce 'never assume' rule
This commit is contained in:
@@ -82,4 +82,7 @@ fi
|
||||
|
||||
echo ""
|
||||
echo "For any skill not loaded above, use the Skill tool to load it."
|
||||
echo ""
|
||||
echo "IMPORTANT: Never assume or guess. Always find evidence in the codebase,"
|
||||
echo "documentation, or by asking the user. Show your sources."
|
||||
echo "</EXTREMELY_IMPORTANT>"
|
||||
@@ -283,3 +283,34 @@ git commit --no-verify # only for emergencies, not routine
|
||||
```
|
||||
|
||||
Lint yang di-skip adalah bug yang diundang. Kalau kamu bisa `#[allow]` itu, kamu juga bisa perbaiki itu.
|
||||
|
||||
## 29. Never Assume — Show Evidence for Everything
|
||||
|
||||
Jangan pernah nebak, ngira-ngira, atau asumsi. **Setiap klaim, saran, atau kode yang kamu hasilkan harus punya bukti atau dokumentasi.**
|
||||
|
||||
### Aturan:
|
||||
1. **Kode yang kamu tulis** — harus berdasarkan kode yang sudah ada di codebase, dokumentasi resmi framework/library, atau output compiler/type-checker. Bukan "seingat saya" atau "dari training data."
|
||||
2. **File structure** — jangan nebak di mana file disimpan. Cari dulu (`grep`, `find`, glob). Kalau gak ketemu, tanya user.
|
||||
3. **API / function signature** — jangan nebak parameter atau return type. Baca kodenya langsung. Kalau library eksternal, cek dokumentasinya (Context7, web search, atau baca file `node_modules/` / `vendor/`).
|
||||
4. **Error / bug** — jangan tebak penyebabnya. Cari bukti: log error, stack trace, output test, atau kode yang jelas-jelas salah.
|
||||
5. **Config / environment** — jangan nebak value variable atau path. Cari file konfigurasi, `.env.example`, atau tanya user.
|
||||
6. **Dependency version** — jangan nebak versi. Cek `package.json`, `Cargo.toml`, `go.mod`, `requirements.txt`, `Cargo.lock`, dll.
|
||||
7. **Citing source** — kalau merujuk ke dokumentasi, sebut sumbernya: "per docs di `docs/add-new-app.md`" bukan "seperti yang saya tahu."
|
||||
8. **"Apa ini?" / "Bagaimana cara kerja X?"** — jangan jawab dari training data. Baca kodenya dulu (`grep -r`, baca file relevan), baru jawab berdasarkan kode yang sebenarnya.
|
||||
|
||||
### Kalau gak yakin:
|
||||
- **Cari dulu.** Jangan jawab dari hafalan. Kalau informasinya gak ada di codebase atau output tool, cari via web search.
|
||||
- **Tanya user.** Kalau udah nyari tapi gak ketemu, tanya. Jangan dibuat-buat.
|
||||
- **Akui keterbatasan.** "Saya gak yakin dengan X, tapi berdasarkan Y yang saya lihat..." lebih baik dari asumsi yang salah.
|
||||
|
||||
### Contoh:
|
||||
```
|
||||
❌ "Sepertinya function ini return Promise<User>"
|
||||
✅ "Saya lihat di src/users/service.ts:42, function getUser return type-nya Promise<User>"
|
||||
|
||||
❌ "Mungkin config ada di .env"
|
||||
✅ "Saya cari .env dan gak ketemu. Ada .env.example — mungkin itu template-nya. Bisa dicek?"
|
||||
|
||||
❌ "Biasanya Dockerfile ada di root"
|
||||
✅ "Saya find untuk Dockerfile: infra/docker/hub.Dockerfile"
|
||||
```
|
||||
|
||||
Reference in New Issue
Block a user