- Updated markdown rendering logic to use more concise methods for obtaining vector lengths.
- Changed review status display to use the correct flag from settings.
- Cleaned up sidebar rendering code for better formatting and readability.
- Enhanced status bar rendering with improved string formatting and consistent style application.
- Refined workflow panel rendering, ensuring consistent style usage and improved readability.
- Added architecture overview and detailed documentation for backend, data, dependencies, and frontend structures.
Ditemukan reviewer whole-branch final: looks_log_shaped murni berbasis
konten (>=3 baris berpola error/warn/fail), jadi hasil grep/search yang
match ke kode error-handling ikut lolos ambang itu -- padahal
squash_log punya cap keras 20 error + 10 warning tanpa budget byte,
diam-diam membuang match yang sah di luar cap itu. Sekarang hanya tool
bash (penghasil log sungguhan) yang boleh lewat squash_log; tool lain
yang kebetulan konten-nya mirip log jatuh ke squash_generic yang lebih
longgar (head/tail + budget byte). Tambah test regresi yang membedakan
kedua jalur lewat retensi baris terakhir.
Co-Authored-By: Claude Sonnet 5 <noreply@anthropic.com>
Perbaikan gaya murni (format! di-append ke String -> write!, syntax
perbandingan yang lebih jelas, backtick di doc comment) tanpa
mengubah perilaku -- semua test tetap hijau.
Off by default, diaktifkan lewat settings.json (belum ada UI toggle —
sama seperti review_enabled/session_archive_enabled/lsp_auto_provision
yang juga cuma bisa diedit manual hari ini). Saat aktif, system prompt
diberi instruksi menulis ringkas, dengan pengecualian eksplisit untuk
konfirmasi operasi destruktif dan peringatan keamanan yang tetap harus
detail penuh.
Status bar sekarang memakai penghitungan token yang sama persis dengan
compaction (bukan heuristik /4 terpisah), dan selalu menampilkan angka
context window nyata alih-alih '?' saat model role tidak override
context_window secara eksplisit — konsisten dengan fallback yang
sudah dipakai compaction sendiri.
Salinan yang dikirim ke UI (TurnEvent::ToolResult) tetap utuh; hanya
salinan yang masuk riwayat percakapan (dikirim ke LLM) yang dikompres,
supaya user tetap melihat output tool apa adanya.
Masih menyebut shortsend padahal modul itu sudah dihapus dan diganti
context::dedup/context::shaping di commit sebelumnya.
Co-Authored-By: Claude Sonnet 5 <noreply@anthropic.com>
Loop auto-compaction sekarang selalu menjalankan dedup tiap iterasi
lalu shaping lewat context::, menggantikan shortsend:: yang dihapus.
Action::Compact tadinya berjalan sinkron dan selalu client: None,
sehingga hasil compact manual tidak pernah diringkas LLM (beda dengan
compaction otomatis di tengah turn). Sekarang /compact jalan di
thread background seperti spawn_turn, sehingga bisa memanggil LLM
untuk meringkas riwayat yang dibuang — perilaku manual dan otomatis
jadi setara.
Ekstrak resolve_llm_client_config() dari spawn_turn supaya logika
resolusi api_key/model/base_url tidak dua kali.
Ditemukan implementer Task 5: fixture pesan pendek (~8 token nyata
lewat tiktoken untuk 20 pesan = ~160 token) tidak pernah melebihi
target 700 token (70% dari max_wire_tokens=1000), jadi force=true pun
tidak pernah men-drop satu pesan pun -- test placeholder-summary dan
keeps-most-recent lulus secara vakum tanpa benar-benar menguji jalur
drop. Diverifikasi ulang dengan context::tokens::count_tokens nyata:
fixture baru (20 pesan ~49 token = ~980 token total) melebihi target
700 dengan nyaman.
Co-Authored-By: Claude Sonnet 5 <noreply@anthropic.com>
Perilaku should_shape/shape_messages tidak berubah, hanya sumber
penghitungan token yang sekarang lewat context::tokens (tiktoken-rs)
menggantikan heuristik char/3 bawaannya sendiri.
Kompresi per-jenis-konten (JSON: pertahankan struktur & value pendek/
entropi tinggi, buang value panjang bertele-tele; log: simpan baris
error/warning berskor tertinggi + konteks sekitarnya; generic: potong
importance-ranked) untuk hasil tool di atas 1.5KB. Tool read dikecualikan
total karena isinya harus tetap byte-exact untuk edit selanjutnya.
Ditemukan lewat trace manual (bukan implementer): fixture lama cuma
punya 1 baris berpola error, di bawah ambang looks_log_shaped (>=3),
jadi tanpa sadar selalu jatuh ke squash_generic -- test tetap lulus
tapi tidak pernah menguji logika scoring/windowing squash_log sama
sekali. Tambah baris error/warning lagi supaya jalur squash_log
benar-benar terpakai.
Co-Authored-By: Claude Sonnet 5 <noreply@anthropic.com>
Ditemukan implementer Task 4 (percobaan kedua, lagi-lagi BLOCKED
sebelum commit apapun): test sebelumnya memakai string sama yang
panjang+entropi-rendah di semua 4 elemen array, jadi elemen index
0-2 pun ikut ter-elide oleh aturan panjang/entropi normal -- tidak
benar-benar menguji efek posisi array. Ganti fixture pakai string
berbentuk UUID (tanpa spasi, entropi tinggi) yang lolos aturan normal
di posisi manapun, supaya index 3 yang di-force-elide walau
identifier-shaped benar-benar membuktikan aturan "past index 3
regardless of length/entropy".
Co-Authored-By: Claude Sonnet 5 <noreply@anthropic.com>
Ditemukan implementer Task 4 sebelum commit apapun (BLOCKED, bukan
kode salah): entropi Shannon mentah per-karakter tidak membedakan
prosa dari identifier acak — prosa berulang skor ~3.89 bit/char,
lebih tinggi dari UUID (~3.39). Tambah syarat "tanpa spasi" sebelum
cek entropi (meniru pre-filter headroom sendiri), turunkan ambang ke
3.0 pada skala mentah. Fixture test array JSON juga diperbesar
(repeat 5 -> 8) karena sebelumnya tidak pernah melewati SQUASH_FLOOR_BYTES
yang diasumsikan test itu sendiri.
Co-Authored-By: Claude Sonnet 5 <noreply@anthropic.com>
Panggilan tool read-only (read, grep, glob, dst) dengan argumen persis
sama menyisakan satu salinan penuh saja di context; entri lama diganti
placeholder tapi tool-call-nya sendiri tetap terlihat di riwayat. Tool
bersifat mutasi (write/edit/bash/dll) tidak pernah disentuh.
Jadikan tool_scope::READ_TOOLS pub supaya jadi satu-satunya sumber
klasifikasi read-only, dipakai ulang bukan didaftar dua kali.
Co-Authored-By: Claude Sonnet 5 <noreply@anthropic.com>
Satukan tiga salinan logika resolusi context_window (Action::Compact,
spawn_turn, status bar) yang sempat melenceng satu sama lain.
Co-Authored-By: Claude Sonnet 5 <noreply@anthropic.com>
Ganti tiga heuristik char-count (/3 di shortsend, /4 di loop turn, /4
di status bar) yang saling tidak konsisten dengan satu BPE tokenizer
nyata. tiktoken-rs membundel vocab lewat include_str! saat build, jadi
tidak ada akses jaringan saat runtime.
Fixture pendek sebelumnya (~8 token nyata per pesan lewat tiktoken)
tidak pernah melebihi target 700 token, jadi shape_messages tidak
pernah men-drop satu pesan pun -- satu test gagal, satu test lain
lulus secara vakum. Pakai fixture lebih panjang (~49 token/pesan)
yang diverifikasi melebihi target dengan nyaman.
9 task: tokens.rs (tiktoken-rs), window.rs, dedup.rs, squash.rs,
shaping.rs (port shortsend), gabungan cutover+fix /compact manual,
wiring squash, status bar, dan mode ringkas opsional. Setiap task
diverifikasi dengan cargo build/test nyata, bukan -D warnings (yang
sudah merah di main karena warning pre-existing di file lain).
Co-Authored-By: Claude Sonnet 5 <noreply@anthropic.com>
Facade cuma dipakai generically oleh satu caller (Action::Compact);
auto-loop tetap butuh kontrol per-stage sendiri. Selaras dengan prinsip
"No DI" di CLAUDE.md. dedup::collapse juga diubah mengembalikan
(Vec<ChatMessage>, bool) supaya caller tahu ada perubahan tanpa perlu
ChatMessage: PartialEq.
Co-Authored-By: Claude Sonnet 5 <noreply@anthropic.com>
Ditemukan saat menulis plan: kompresi JSON pada hasil read akan merusak
byte-exactness yang dibutuhkan untuk edit selanjutnya jika file yang
dibaca kebetulan berformat JSON (package.json, tsconfig.json, dst).
Co-Authored-By: Claude Sonnet 5 <noreply@anthropic.com>
Rencana pengganti shortsend.rs dengan modul context/ (dedup, squash,
shaping, tokens, window) plus mode ringkas opsional, disusun dari studi
teknik rtk-ai/rtk, headroomlabs-ai/headroom, dan JuliusBrussee/caveman
(ide saja, tanpa menyalin kode).
Co-Authored-By: Claude Sonnet 5 <noreply@anthropic.com>
AppStateRest::new() men-spawn thread ignore::Walk untuk mention_index
tanpa syarat, padahal mode --attach cuma dipakai untuk render lokal —
handle_key dan logika mention berjalan di sisi daemon lewat IPC, jadi
index di client attach tidak pernah dipakai. Ini bikin setiap
--attach melakukan full workspace walk (sampai 50.000 entry) sia-sia.
Pindahkan thread-spawn itu ke method terpisah
spawn_mention_index_build(), dipanggil eksplisit dari
run_single_process() dan run_daemon() setelah AppStateRest::new(),
tapi sengaja tidak dipanggil dari run_attach().
Cursor bisa berpindah (Left/Right) tanpa menutup dropdown mention,
sehingga mention_start jadi stale relatif ke cursor saat Enter
ditekan. select_autocomplete() lalu memanggil replace_range dengan
start > end dan panic (crash seluruh TUI, termasuk daemon). Tambah
guard: jika cursor < mention_start atau mention_start > buffer.len(),
tutup dropdown dan kembalikan false alih-alih menyambung range yang
tidak valid. Tambah regression test yang mereproduksi skenario ini.
Tambah DaemonFrame::ClipboardCopy(String) supaya daemon bisa
mengirim teks pending_clipboard_copy ke attach client, yang
kemudian menulis sekuens OSC52 ke stdout-nya sendiri (bukan
stdout daemon yang tidak dimiliki terminal user).
Ketika write tool membuat file baru (bukan overwrite), path file
sekarang di-push ke mention_index untuk autocomplete @file mention.
- Capture file existence status sebelum write
- Push ke mention_index hanya untuk genuinely new files
- Add 2 tests: one untuk new file push, one untuk overwrite non-duplication
Co-Authored-By: Claude Sonnet 5 <noreply@anthropic.com>
Menambahkan field mention_index: MentionIndex ke ToolCtx/ToolCtxBuilder dan
AppStateRest, mengikuti pola dir_cache yang sudah ada. AppStateRest::new()
sekarang men-spawn thread background yang men-walk setiap workspace root
via ignore::Walk, membangun daftar path file (dengan prefix [N] untuk root
selain yang pertama) dan mengisi mention_index — data ini yang akan dipakai
fitur autocomplete @file-mention.
Menambahkan MentionIndex (indeks path file thread-safe untuk fitur
autocomplete @file-mention), enum AutocompleteKind untuk membedakan
dropdown slash-command dan file-mention, serta method baru pada
InputState: mention_query_at_cursor untuk deteksi token @mention di
posisi cursor, dan open_mention_autocomplete untuk fuzzy-match file
via nucleo-matcher. select_autocomplete kini kind-aware: menyisipkan
path file ke posisi mention alih-alih mengganti seluruh buffer.
The span_text function in src/view/markdown.rs's test module was no longer
called after the dim_false_plain_text_has_no_color test was fixed. With the
crate's dead_code = "deny" lint enabled, this unused function caused a compile
error. Removed it.
Co-Authored-By: Claude Sonnet 5 <noreply@anthropic.com>
The first assertion was checking span_text() which concatenates all spans
including trailing paragraph-end newlines, making the test guaranteed to fail.
Changed to check spans[0].content directly to verify the text span itself
contains 'hello world' with no color applied when dim=false.
Co-Authored-By: Claude Sonnet 5 <noreply@anthropic.com>
Tambahkan helper apply_dim dan diff_line_style, ubah signature
render_markdown untuk menerima flag dim, serta deteksi fence bahasa
diff sehingga baris +/-/@@ tetap berwarna meskipun pesan sedang
dirender dim (tampilan tool-output).